SPATIALITY

OCTOBER MEETING 2020//contemporary music & musicians//sonic project//spatiality//soundwalk//covid-19//edisi digital//soundscape//sonic process//akusmatik//pengiriman mekanik//akustik spasial

2020 menjadi tantangan bersama seluruh dunia dalam merespon pandemi yang menjalar cepat mempengaruhi seluruh tatanan cara hidup bersosial. OMCMM menghadirkan program digital untuk mengimbangi kondisi tersebut. Melalui program OCTOBER MEETING: SONIC PROJECT dengan tajuk “Spatiality” yang berfokus pada soundwalk sebagai salah satu bagian dari praktik metodologi riset sound studies dan soundwalk di dalam proses artistik. Hal ini diharapkan dapat membantu proses pemulihan situasi sekaligus membangun kesadaran baru tentang lingkungan hidup yang relatif lama di eksploitasi tanpa ampun.

Kecepatan penyebaran wabah Covid-19 berbanding lurus dengan percepatan cara hidup hari ini, seolah tak mau kalah dengan kecepatan kata-bunyi-visual melalui jaringan internet. Namun meskipun demikian “ruang” masih menjadi batas teritorial yang memiliki konsekwensi berbeda.Belajar dari jaman wabah hari ini, ruang-ruang fisik tradisional itulah yang ternyata hari ini dibatasi terbatasi.sebagai konsekwensinya-adalah pola interaksi komunikasi menjadi berubah semi total.

Ruang daring menjadi tumpuan utama yang memang sebelumnya sudah di ekplorasi kemungkinan penggunaannya meskipun dalam intensitas belum maksimal. Work from/ at home di modifikasi menjadi art from/ at home, stage at home, home concert dan varian  lain. Semua mencari kemungkinan optimalisasi bahasa ungkap sesuai dengan teknis bawaan seninya. Ada yang menganggap situasi tidak berlangsung lama sehingga cenderung bersikap memanfaatkannya sebagai media alternatif. Namun ada pula yang mengangapnya sebagai ruang masa depan yang perlu di seriusi menjadi ruang primer meskipun implikasinya masih cenderung utopis namun realistis.

Tekanan perubahan ruang juga pasti mempengaruhi karya, pola apresiasi, pola kerja seniman, dan pola finansial. Hal ini cukup krusial dan cenderung belum terbahas secara rinci pada setiap sudut sudut aktifitas musik. Namun dampaknya sudah sangat jelas bahwa ada perubahan pola komunikasi ruang seninya, yang berpengaruh pada karya dan pola apresiasinya. Sehinga parameternya berubah sesuai dengan delivery mechanism. Perubahan tersebut sebenarya sangat logis, dan bila seniman cerdas, maka bentuk adaptasi ilmiah pasti tidak kepayahan dapat digunakan dalam mengukur pola baru tersebut.

Gatot Danar SulistiyantoDirektur Artistik OMCMM